Selasa, 31 Maret 2015

Sensor Ultrasonik

Sensor Ultrasonik

Penjelasan
Sifat dari gelombang ultrasonik yang melalui medium menyebabkan getaran partikel dengan medium amplitudo sama dengan arah rambat longitudinal sehingga menghasilkan partikel medium yang membentuk suatu rapatan atau biasa disebut strain dan tegangan yang biasa disebut strees. Proses lanjut yang menyebabkan terjadinya rapatan dan regangan di dalam medium disebabkan oleh getaran partikel secara periodic selama gelombang ultrasonic lainya.  Seperti yang telah umum diketahui, gelombang ultrasonik hanya bisa didengar oleh makhluk tertentu seperti kelelawar dan ikan paus. Kelelawar menggunakan gelombang ultrasonic untuk berburu di malam hari sementara paus menggunakanya untuk berenang di kedalaman laut yang gelap.

Pengertian
Sensor ultrasonik adalah sensor yang bekerja berdasarkan prinsip pantulan gelombang suara, dimana sensor ini akan memantulkan gelombang suara kemudian akan menangkapnya kembali. Perbedaan waktu ketika dipancarkan kemudian kembali inilah yang menjadi dasar penginderaannya. Gelombang ultrasonic merambat melalui udara dengan kecepatan 344 meter per detik, mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor ultrasonik.

Gambar 2.1 Sensor Ultrasonik
Sumber : danistoengtoeng.blogspot.com

Bagian-Bagian Sensor Ultrasonik


Sumber : http://nurcholifah41.blogspot.com/2014/04/sensor-ultrasonik.html

Sensor ultrasonik terdiri dari :
a. Transmitter (Pemancar) : berfungsi untuk memancarkan gelomban ultrasonik.
b. Receiver (Penerima) : berfungsi untuk menerima pantulan dari gelombang ultrasonik yang mengenai benda.
Perhitungan waktu yang diperlukan modul sensor Ping untuk menerima pantulan pada jarak tertentu mempunyai rumus : 


S= (tIN x V) : 2

Rumus diatas mempunyai keterangan sebagai berikut :
- (S) adalah jarak antara sensor ultrasonik dengan obyekyang terdeteksi.
- (V) adalah cepat rambat gelombang ultrasonik di udara dengan kecepatan normal (344 meter per detik)
- (tIN) adalah selisih waktu pemancaran dan penerimaan pantulan gelombang.

Prinsip Kerja
Ada 3 prinsip kerja dari sensor ultrasonik yaitu :
1) sinyal dipancarkan melalui pemancar gelombang ultrasonic.
2) sinyal yang dipancarkan akan merambat sebagai gelombang bunyi dengan kecepatan bunyi berkisar 344 m/s
3) dan yang terakhir sinyal yang sudah diterima akan diproses untuk menghitung jaraknya.


Gambar 4.1 Sensor Ultrasonik
Sumber : pccontrol.wordpress.com


Jenis-jenis Sensor Ultrasonik
Ada 2 jenis sensor ultrasonik yaitu :

a. Sensor Ultrasonik PING
Sensor ini memiliki frekuensi 40KHz, di produksi oleh parallax dan biasanya digunakan untuk kontes robot cerdas. Kelebihan sensor ini adalah hanya membutuhkan 1 sinyal (SIG) selain 5V dan Ground.      Sensor ini mendeteksi jarak dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik 40Khz selama 200 mikro sekon kemudian mendeteksi pantulannya. Sensor ini memancarkan gelombang ultrasonik sesuai dengan control dari microcontroller. Spesifikasi sensor ultrasonik PING:1 Kisaran pengukuran 3 cm – 3 m2. Input trigger – positive TTL pulse, 2 us min, 5 us tipikal3. Echo hold off 750 us dari of trigger pulse4. Delay before next measurement 200 us5. Brust indikator LED menampilkan aktivitas sensorGelombang ini melalui udara dengan kecepatan 344 m/s kemudian mengenai obyek dan memantul kembali ke sensor. Ping mengeluarkan pulsa output high pada pin SIG setelah memancarkan gelombang ultrasonik dan setelah gelombang pantulan terdeteksi Ping akan membuat output low pada pin SIG. Lebar pulsa High (tIN) akan sesuai dengan lama waktu tempuh gelombang ultrasonik untuk 2x jarak ukur dengan obyek. Maka jarak yang diukur ialah [(tIN s x 344 m/s) : 2] meter.Sistem minimal mikrokontroller ATMega 8535 dan software basic stamp Editor diperlukan untuk memprogram mikrokontroller dan mencoba sensor ini. Keluaran dari pin SIG ini yang dihubungkan ke salah satu port di kit mikrokontroller. Berikut contoh aplikasi sensor PING pada mikrokontroler BS2, dimana pin SIG terhubung ke pa pin7, dan memberikan catu daya 5V dan ground. fungsi SIG OUT untuk mentrigger ping, sedangkan fungsi SIG IN digunakan untuk mengukur pulsa yang sesuai dengan jarak dari objek target.
  •   Instalasi Sensor Ultrasonic Ping
Sensor ultrasonic ping akan bekerja jika mendapat suplay tegangan sebesar 5 V DC. Dimana tegangan 5 V DC dihubungkan dengan konektor Vcc dan ground pada sensor. Untuk konektor SIG dapat dihubungkan dengan mikrokontroler. Konektor SIG adalah sebagai control sensor ini dalam pendeteksian objek sekaligus pembacaan jarak objek dengan sensor ini. Progamer dapat mensetting sensor ini dengan jarak yang telah ditentukan sesuai dengan ring deteksi dari sensor ultrasonic ping ini sesuai dengan kebutuhan penggunaan dari sensor tersebut. Ketika sensor disetting jaraknya maka dengan jarak yang telah ditentukanlah sensor akan bekerja dalam pendeteksian objek. Kisaran jarak yang dapat di baca sensor ultrasonic ping ini adalah 3 cm sampai 3 m.Selain range jarak antara 3 cm sampai 3 m yang mampu dideteksi oleh sensor ultrasonik ping, sudut pancaran dari sensor jarak ultrasonic ping adalah dari 0 derajat sampai dengan 30 derajat.

Gambar 5.1 Sensor PING
Sumber : www.aisi555.com


b. Sensor Ultrasonik Devantech SRF04

    Sensor Devantech SRF04 memiliki range finder sekitar 3 cm - 3m. Kit ini sangat mudah untuk dirangkai dan membutuhkan sumber daya yang kecil sekali, yang sangat ideal untuk aplikasi mobil robot pencari jarak ini bekerja dengan cara memancarkan pulsa suara dengan kecepatan suara ( 0,9 ft/milidetik ). 
    
Gambar 5.2 Sensor devantceh SRF04
Sumber : rizalmengetik.blogspot.com

Aplikasi

     Salah satu aplikasi umum dari sensor ultrasonik adalah alat USG. Selain itu sensor ultrasonik juga digunakan untuk mengukur kedalaman laut. Yaitu dengan cara sensor ultrasonik memancarkan gelombang ultrasonik, lalu ketika gelombang mencapai dasar laut maka gelombang akan memantul kembali. Jarak atau kedalaman laut diukur berdasarkan rumus :
                                      
                                   S= (tIN x V) : 2


Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sensor#Sensor_Penyandi_.28Encoder.29
http://komponenelektronika.biz/sensor-ultrasonik.html
http://spyagent-elektronika.blogspot.com/2012/03/jenis-jenis-sensor-ultrasonik.html



Sabtu, 28 Maret 2015

Behind The Scene Kemampuan Ponsel Android-mu

SENSOR PADA PONSEL ANDROID


Gambar 1. Smartphone Android
Sumber : inet.detik.com

    Seiring berkembangnya zaman, kemampuan ponsel android semakin meningkat. Banyak manfaat yang dapat diambil dari kemampuan ponsel pintar ini. Seperti dapat mengukur suhu ruang disekitar ponsel, mendeteksi sidik jari dan lain-lainnya. Berikut adalah sensor-sensor yang digunakan dalam ponsel Android :

1. Sensor Suara
    Sensor ini berfungsi untuk mengukur dan mengontrol intensitas/kadar bunyi disekitar smartphone. Sangat bermanfaat ketika menerima atau melakukan panggilan telepon ditempat yang bising dan ramai, karena sensor ini akan mengukur intensitas bunyi/kebisingan disekitarnya lalu menyesuaikan volume dari speaker atau mic.

2. Humidity Sensor
             Sensor ini berfungsi untuk mengukur kelembaban relatif. Bermanfaat untuk menghitung kelembaban rumah, udara dan tanah yang cocok untuk tanaman.

3. Fingerprint Sensor
          Sensor ini merupakan sensor sidik jari yang memberikan keamanan dan kemudahan penggunanya. Biasanya sensor ini digunakan untuk membuka lockscreen, mengakses aplikasi tertentu. Penggunanya tinggal menempelkan jarinya pada sensor, kemudian sensor akan membaca sidik jari penggunanya dan mengaktifkan perintah. Sensor ini ada pada ponsel Samsung Galaxy S5, iPhone 5S, HTC One Max dan lain-lain.

4. Gesture Sensor
      Fungsinya adalah mengenali gerakan tangan dengan mendeteksi sinar infrared yang dipantulkan dari telaak tangan si penggunan dan mengukur perubahan arus listrik ketika jari pengguna berada di jarak yang dekat dengan layar. Dengan sensor ini kita dapat melakukan scorolling atau perinta lainnya pada smartphone dengan menyapukan tangan kita di atas layar tanpa menyentuh layar.

Jumat, 20 Maret 2015

Proximity Sensor

PROXIMITY SENSOR

1. Pengertian
    Proximity sensor atau biasa disebut proximity switch adalah sensor yang dapat mendeteksi adanya target jenis logam atau benda padat lainnya tanpa adanya kontak fisik.

Gambar 1.1 Inductive proximity sensor
Sumber : www.nskelectronics.com
2. Jenis Sensor Proximity
Ada tiga jenis sensor proximity yaitu :
a. Inductive Proximity 
    Inductive Proximity berfungsi untuk mendeteksi objek logam. Prinsip kerja dari proximity inductive adalah apabila ada tegangan sumber maka osilator yang ada pada proximity akan membangkitkan medan magnet dengan frekuensi tinggi. Jika sebuah benda logam di dekatkan pada permukaan sensor maka medan magnet akan berubah. Perubahan pada osilator ini akan dideteksi sensor sebagai sinyal adanya objek. Contoh Inductive Proximity ini biasanya digunakan pada metal detector di bandara. Sensor proximity ini akan mendeteksi adanya objek logam walaupun tidak terlihat.

Gambar 2.1 Sensor Proximity Induktif
Sumber : digdyo.blogspot.com

b. Capacitive Proximity 
    Sensor Capacitive  Proximity  mampu mendeteksi objek logam maupun non logam. Prinsip kerja dari proximity capacitive adalah dengan cara mengukur perubahan kapasitansi medan listrik sebuah kapasitor yang disebabkan oleh sebuah objek yang mendekatinya. Capacitive proximity ini biasanya digunakan pada bumper mobil atau bagian mobil yang lainnya. Manfaat sederhananya adalah untuk memudahkan mobil parkir, karena sensor ini akan bekerja apabila mendekteksi benda-benda pada jarak tertentu sehingga mobil tidak akan menabrak benda tersebut.


Gambar 2.2 Capacitive Proximity
Sumber : www.digikey.com
c. Sensor Proximity Optik
    Sensor ini mendeteksi adanya objek dengan cahaya biasanya adalah infra red. Proximity optik ini terdiri dari sebuah cahaya dan penerima (receptor) yang mendeteksi sebuah benda dengan refleksi. Jika benda dalam jarak yang sensitif atau benda mengenai cahaya dari sensor, maka cahaya akan memantul kembali ke penerima dan mengindikasikan bahwa terdapat sebuah benda yang tertangkap sensor. Kelemahan sensor proximity optik ini adalah dalam penggunaannya terkadang lensa kotor, cahaya kabur, permukaan refleksi yang buruk dan orientasi objek yang salah. Proximity optik ini biasanya digunakan pada teknologi ponsel layar sentuh. Karena ketika menerima telfon telinga akan menjadi objek yang menghalangi pancaran sinar infra red, maka sinar infra red akan dipantulkan kembali dan mengindikasikan bahwa ada objek didepannya. Hasilnya adalah layar ponsel akan terkunci agar layar tidak acak ketika bersentuhan dengan telinga.


Gambar 2.3 Proximity sensor pada ponsel
Sumber : mpuapv.wordpress.com




REFERENSI :
http://electric-mechanic.blogspot.com/2012/09/proximity-switch-sensor-jarak.html
http://instrumentation-electrical.blogspot.com/2012/01/proximity-sensor.html
http://id.scribd.com/doc/133127483/Sensor-Proximity#scribd

Minggu, 15 Maret 2015

Anemometer Dengan Sensor Kecepatan

ANEMOMETER

1. PENGERTIAN
    Anemometer adalah alat pengukur kecepatan angin yang biasanya dipakai dalam bidang Meteorologi dan Geofisika atau stasiun prakiraan cuaca. Nama alat ini berasal dari kata Yunani yaitu anemos yang berarti angin. Perancang pertama dari alat ini adalah Leon Battista Alberti pada tahun 1450. Selain mengukur kecepatan angin, alat ini juga dapat mengukur besarnya tekanan angin itu sendiri.

Gambar 1.1 Anemometer
Sumber : www.weatherstations.co.uk


          Anemometer menggunakan sensor kecepatan (RPM/Rotation Per Minute) yang dipasang pada motor berputar. Dimana kecepatan angin yang dihasilkan dari mangkuk-mangkuk yang berputar pada anemometer. Kecepatan angin ini menghasilkan arus listrik yang nilainya sama dengan kecepatan anginnya.

            Anemometer harus deitempatkan di daerah terbuka. Pada saat tertiup angin, baling-baling atau mangkuk yang terdapat pada anemometer akan bergerak sesuai arah angin. Makin besar kecepatan angin meniup mangkok, maka makin cepat pula kecepatan berputarnya mangkok tersebut. Sensor kecepatan inilah yang akan mengubah kecepatan angin menjadi tegangan listrik, yang kemudian digunakan untuk mengukur kecepatan angin tersebut.

2. FUNGSI ANEMOMETER

    Fungsi anemometer adalah :
    a. Mengukur kecepatan angin
    b. Memperkirakan cuaca
    c. Memperkirakan tinggi gelombang laut

3. PRINSIP KERJA ANEMOMETER

    Prinsip kerja anemometer adalah sebagai berikut :
  a. Angin memberikan tekanan yang kuat pada mangkuk atau               baling-baling anemometer
  b. Bagian cekung pada mangkuk akan berputar satu arah
 c. Poros yang berputar akan dihubungkan dengan sebuah dinamo        kecil
 d. Bila baling-baling atau mangkuk berputar maka terjadi arus               listrik yang besarnya sebanding dengan kecepatan putaran
 e. Besarnya arus  listrik dihubungkan dengan galvanometer yang          telah ditera dengan satuan kecepatan dalam knots, m/s, km/jam        dan beaufort.

4. JENIS ANEMOMETER

    Ada berbagai jenis anemometer yaitu :
    1) Anemometer berdasarkan tipenya
    2) Anemometer menurut besar kecepatan anginnya
    3) Anemometer menurut tekanan angin
   
Jenis-jenis anemometer akan dibahas lebih dalam pada penjelasan dibawah ini :

1) Anemometer berdasarkan tipenya

 a. Anemometer dengan 3 atau 4 mangkuk
   Anemometer dengan 3 atau 4 mangkuk dimana tiap mangkuk memiliki sensor kecepatan. Semua mangkuk dipasang pada poros vertikal. Seluruh mangkuk menghadap ke satu arah melingkar sehingga bila angin bertiup maka rotor berputar pada arah tetap. Kecepatan putar dari rotor tergantung dari kecepatan tiupan angin. Melalui suatu sistem akumulasi angka penunjuk kecepatan tiupan angin.

b. Anemometer tipe "cup counter"



Gambar 4.1 Anemometer cup counter
Sumber : www.tester-kadar-air.com
    Anemometer ini hanya dapat mengukur rata-rata kecepatan angin selama suatu periode pengamatan. Dengan alat ini penambahan nilai yang dapat dibaca dari satu pengamatan ke pengamatan berikutnya menyatakan akumulasi kecepatan angin selama waktu dari kedua pengamatan tersebut. Sehingga kecepatan anginnya sama dengan akumulasi kecepatan dibagi lama selang waktu pengamatannya.

2) Anemometer berdasarkan kecepatan angin

Anemometer ini digolongan berdasarkan besar kecepatan angin yang akan diukur.
a. Anemometer piala
    
Gambar 4.2 Anemometer piala
Sumber : katahatimutiara.wordpress.com
 Anemometer piala diciptakan pada tahun 1846 oleh peneliti Irlandia, John Thomas Romney Robinson dan terdiri dari 4 cangkir hemispherical. Cangkir diputar horizontal dengan angin dan kombinasi roda mencatat jumlah revolusi pada waktu tertentu. 

b. Anemometer sonic



Gambar 4.3 Anemometer sonic
Sumber : gillinstruments.com

Anemometer sonic menentukan kecepatan dan arah angin sesaat (turbulensi) dengan mengukur berapa banyak gelombang suara perjalanan antara sepasang tranduser yang dipercepat atau diperlambat oleh pengaruh angin. Anemometer sonic ini ditemukan oleh ahli geologi Dr Andreas Pflitchs pada tahun 1994.


c. Anemometer kincir angin




Gambar 4.4 Anemometer kincir angin
Sumber : sanichirushi-annz.blogspot.com
Anemometer dengan penangkap angin berupa kincir angin. Menggabungkan sesuah baling-baling aerovane dan sebuah ekor pada sumbu yang sama untuk memperoleh keakuratan dan ketepatan kecepatan dan arah angin. 

d. Anemometer laser doppler

Gambar 4.5 Anemometer laser doppler
Sumber : www.nottingham.ac.uk
Anemometer laser doppler menggunakan berkas cahaya dari laser yang dibagi menjadi 2 berkas, dimana salah satunya disebarkan keluar dari alat pengukur kecepatan angin.

e. Anemometer bola pingpong
    Alat pengukur kecepatan angin dengan menggunakan sebuah bola pingpong yang diikat pada sebuah tali. Ketika angin bertiup secara horizontal maka angin akan menekan dan menggerakan bola karena bola pingpong sangat ringan maka bola pingpong akan bergerak dengan mudah jika ditiup angin. Kecepatan angin diukur oleh sudut antara tali dan bola pada garis normal/tanah.

f. Anemometer hot wire
   
Gambar 4.6 Anemometer hot wire
Sumber : www.sperdirect.com
Anemometer ini menggunakan kawat yang sangat kecil dialiri panas hingga suhu diatas temperatur ambient (suhu kamar). Bila ada udara atau angin bertiup melewati kawat maka akan ada efek pendinginan pada kawat. Perubahan suhu pada kawat inilah yang diindikasikan sebagai kecepatan angin.

3) Anemometer menurut tekanan angin
a. Anemometer piring
   
Gambar 4.7 Anemometer piring
Sumber : www.slideshare.ne
Anemometer ini menggunakan plat piring datar baik persegi maupun bundar. Angin  yan bertiup pada pirinh akan diimbangi pegas. Pegas ini yang akan membaca tekanan angin.

b. Anemometer tabung bertekanan
     Kerja Anemometer ini mengikuti prinsip tabung pitot, yaitu dihitung dari tekanan statis dan tekanan kecepatan. Sehubungan dengan adanya perbedaan kecepatan angin dari berbagai ketinggian yang berbeda, maka tinggi pemasangan anemometer ini biasanya disesuaikan dengan tujuan atau kegunaannya. Untuk bidang agroklimatologi dipasang dengan ketinggian sensor (mangkok) 2 meter di atas permukaan tanah. Untuk mengumpulkan data penunjang bagi pengukuran penguapan Panci Kelas A, dipasang anemometer setinggi 0,5 m. Dilapangan terbang pemasangan umumnya setinggi 10 m. Dipasang didaerah terbuka pada pancang yang cukup kuat. Untuk keperluan navigasi alat harus dipasang pada jarak 10 x tinggi faktor penghalang seperti adanya bangunan atau pohon. Sebagian besar Anemometer ini umumnya tidak dapat merekam kecepatan angin dibawah 1 atau 2 mi/j karena ada faktor gesekan apa awal putaran.

c. Anemometer propeller

Gambar 4.8 Anemometer propeller
Sumber : www.ambientweather.com

       Anemomete propeller adalah alat ukur kecepatan angin dengan menggunakan kincir model pesawat kecil, mengikuti arah angin dan propeller yang mengukur kecepatan arah angin itu.



DAFTAR PUSTAKA 
http://13candys.blogspot.com/2012/12/anemometer_23.html
http://anangsetiyowibowo.blogspot.com/2012/04/makalah-energi-angin-menjadi-energi.html

Sabtu, 14 Maret 2015

Sensor Kimia

SENSOR KIMIA

1. PENDAHULUAN
    Seiring dengan perkembangan zaman, perkembangan teknologi juga semakin pesat. Perkembangan teknologi kini telah mencakup berbagai aspek kehidupan. Mulai dari industri, pendidikan, kesehatan serta penelitian. Penelitian ini dapat mencakup penelitian dari segi fisik maupun kimia.
    Penelitian secara fisik merupakan penelitian terhadap objek atau besaran fisika. Suatu alat yang mengubah besaran fisik menjadi besaran listrik. Alat ini disebut sensor fisika. Sensor fisika sudah dijelaskan pada pembahasan sebelumnya yang dapat dilihat disini . Sedangkan penelitian kimia merupakan penelitian terhadap suatu besaran kimia, dimana besaran kimia tidak dapat dilihat secara fisik. Untuk itu dibutuhkan suatu alat yang dapat mengubah besaran kimia menjadi besaran listrik.

2. PENGERTIAN
    Sensor kimia merupakan suatu sensor yang mendeteksi jumlah zat kimia dengan cara mengubah besaran kimia menjadi besaran listrik. Besaran kimia dapat berupa :
- pH (kadar keasaman)
- jenis-jenis gas
- ledakan

3. ANALOGI SENSOR KIMIA PADA MANUSIA
    Karena besaran kimia tidak dapat dilihat secara fisik maka ada 3 indra manusia yang dapat mendeteksi besaran kimia yaitu :
a. Kulit
    Kulit sebagai indra peraba dapat merasakan adanya kandungan kimia. Sebagai contohnya adalah ketika kulit terkena cairan yang asam maka kulit akan terasa perih, cairan asam ini merupakan suatu bahan yang mengandung besaran kimia.
b. Lidah
    Lidah merupakan indra perasa yang dapat merasakan kandungan kimia. Contohnya adalah lidah dapat merasakan suatu cairan yang asam.
c. Hidung
    Hidung juga dapat menangkap kandungan kimia, yaitu sebagai contoh hidung dapat meciu bau belerang dalam suatu lingkungan. Belerang ini merupakan suatu gas yang mengandung jenis besaran kimia.

Minggu, 08 Maret 2015

Sensor Fisika :)

SENSOR FISIKA


1.      PENDAHULUAN 
     Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dari masa ke masa berkembang sangat cepat. Teknologi tersebut tentu tidak terlepas penggunaan sensor dan tranduser. Sensor dan tranduser kini dibuat menjadi berbagai inovasi dan kreatifitas yag dituangkan menjadi suatu alat ataupun piranti lunak dengan tujuan untuk  membantu memudahkan aktivitas manusia. 
        Sedangkan pengertian sensor sendiri adalah peralatan yang digunakan untuk mengubah besaran fisis tertentu menjadi besaran listrik equivalent yang siap untuk dikondisikan ke elemen berikutnya. Sensor dapat dianalogikan sebagai sepasang mata manusia yang bertugas membaca atau mendeteksi data/ informasi yang ada di sekitar. D Sharon, dkk (1982), mengatakan sensor adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk mendeteksi gejala-gejala atau sinyal-sinyal yang berasal dari perubahan suatu energi seperti energi listrik, energi fisika, energi kimia, energi biologi, energi mekanik dan sebagainya. Sensor sendiri ada banyak jenis dan modelnya, begitupun dengan tranduser. Salah satu jenis sensor adalah sensor fisika. contoh sensor fisika  adalah LDR (Light Dependen Resistor) dimana sensor ini mendeteksi adanya intensitas cahaya. Biasanya LDR ini digunakan pada lampu-lampu jalan tol.
      Transduser sendiri berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah. Bagian masukan dari transduser disebut “sensor ”, karena bagian ini dapat mengindera suatu kuantitas fisik tertentu dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain.
       William D.C, (1993), mengatakan transduser adalah sebuah alat yang bila digerakan oleh suatu energi di dalam sebuah sistem transmisi, akan menyalurkan energi tersebut dalam bentuk yang sama atau dalam bentuk yang berlainan ke sistem transmisi berikutnya. Transmisi energi ini bisa berupa listrik, mekanik, kimia, optic (radiasi) atau thermal (panas).
      Sehingga definisi transduser adalah alat yang biasa pada elektonika, kelistrikan, mekanik elektronik, elektromagnetik, digunakan mengubah energi dari satu energi ke bentuk energi yang lain untuk berbagai pengukuran atau transfer informasi. Contoh umum adalah mikrofon, pengeras suara, termometer, posisi dan sensor tekanan, dan antena. Untuk itu tanpa adanya pengaplikasian sensor dan tranduser mungkin pekerjaan manusia dalam kehidupan sehari-hari tidaklah akan mudah seperti saat ini.

2.      PENGERTIAN
       Sensor fisika adalah sensor yang mengubah besaran fisika menjadi besaran listrik.

3.    ANALOGI SENSOR FISIKA PADA MANUSIA
        Berdasarkan pengertian sensor fisika, maka sensor fisika dapat di analogikan sebagi indra pada manusia. Berikut adalah analogi sensor fisika pada manusia :
a. Mata
    Mata sebagai indra penglihatan mengubah sesuatu yang kita lihat menjadi informasi. Sebagai contoh adalah saat kita berjalan kemudian melihat lubang dijalan maka kita akan secara reflek menghindari lubang tersebut. Lubang tersebut adalah informasi yang kemudian diolah di otak sehingga kita dapat menghindari lubang tersebut.
b. Hidung
     Hidung merupakan indra penciuman yang mengubah sesuatu yang kita cium menjadi informasi. Misalnya adalah ketika kita mencium bau terbakar atau gosong maka secara reflek kita akan mencari sumber bau tersebut.
c. Telinga
    Telinga merupakan indra pendengaran yang mengubah suara menjadi informasi. Contoh ketika kita mendengar bel masuk, maka kita tahu bahwa sudah waktunya masuk kerja/kuliah maka kita akan segera memasuki ruang kerja/kuliah.